XI Ipa 5

XI Ipa 5 Blog | Created By Sinichi Blogger Template

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

Category List

Thumbnail Recent Post

Pengikut

Fivers

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

Panjenengan melbet ingdalem wilayah homepage SUWELAS IPA 5. Klik lan jelajahi isinipun ingdalem blog.e Suwelas IPA 5, lan Enjoy it!!! ...

Gema takbir bekumandang memecah suasana malam yang tenang. Seluruh umat muslim dengan suka cita menyambut hari kemenangan. Keceriaan anak-anak dengan kembang api di tangannya menambah hangatnya suasana malam lebaran di desaku.
Panggilah aku Dedi , seorang pemuda yang dilahirkan di keluarga sederhana di desaku Maduran. Walaupun aku hidup di keluarga sederhana namun semangatku untuk mencari ilmu pengetahuan sangat tinggi, karena dengan ilmu itu aku ingin menjadi orang yang sukses sehingga aku bisa mewujudkan cita-citaku yaitu membahagiakan ibuku.
Aku adalah anak yatim, ayahku sudah meninggal ketika aku masih berumur 5 tahun. Kata ibuku, Ayah meninggal ketika bekerja di pabrik sepatu di Surabaya, karena hubungan arus pendek gedung pabrik tiba-tiba terbakar dan menewaskan 10 pegawai pabrik, salah satunya adalah Ayahku. Tragis memang, aku masih terbayang bagaimana ekspresi wajah ibuku ketika beliau menceritakan kisah yang memang tak pantas untuk diceritakan. Aku berharap kepada Allah supaya Ayahku bahagia di sana amin.
Tak seperti anak lain, setiap sepulang sekolah aku selalu membantu orang tuaku berjualan kue keliling dan dititipkan di warung-warung dan di toko-toko. Tetapi pada saat puasa seperti ini kue-kue buatan ibuku cuma terjual separuhnya saja. Namun tidak untuk puasa tahun ini ibuku sudah tidak lagi membuat kue untuk di jual. Penyakit yang menggerogoti tubuh ibuku sudah parah, ibuku tidak memberitahuku karena hanya bisa membuat beban bagiku. Sekarang aku sudah tahu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa membantu membeli obat di warung itupun obat yang hanya bisa mengurangi rasa sakit saja.
Dua bulan sudah ibuku tekulai lemas di ranjangnya . Meskipun bukan ranjang yang mewah, rasa syukur tetap tercurah. Ibuku selalu berpesan kepadaku untuk selalu bersyukur setiap anugerah yang di berikan Allah kepadaku, sekecil apapun itu.
Bulan puasa ini memang terlihat sangat berbeda, tak ada lagi kue, tak ada lagi lembutnya suara ibu. Yang terlihat hanya rintihan sakit yang amat dalam yang dirasakan oleh seorang ibu. Ya Allah rasanya aku nggak kuat lagi, rasanya aku ingin menghilangkan penyakit yang menempel di ibu, kalau mendengar suara rintihan itu aku selalu berpikir tidak aku saja yang sakit ya Allah, jangan ibuku.
Dalam sunyinya malam di bulan puasa ini aku selalu berdoa ya Allah kuatkanlah ibuku, berikan beliau kesehatan agar bisa beraktivitas seperti biasa. Ya Allah rindu memang melihat senyuman manis yang selalu tersungging di bibirnya, senyuman ketulusan seorang yang sangat mulia di hidupku. Oh ibu betapa aku menyayangimu, cepat sembuh ibu aku tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Aku ingin melihat senyummu lagi besok kelak kalau aku sudah menjadi orang yang sukses, menjadi seorang anak yang ibu banggakan. Namun semua itu hanya sebagai isapan jempol yang hanya menghiasi mimpi-mimpi.
Tepat pukul 18.13 Allah telah mengambil ibuku. Di malam lebaran ini terlihat sungguh berbeda, tidak seperti malam lebaran di tahun kemarin. Di malam ini terdengar suara isak tangis para tetangga yang menyesakkan dada. Begitupun dengan aku yang tak mampu lagi membendung perasaan yang amat dalam. Desakan tangis memang mengurangi kegundahan hatiku saat itu, aku sungguh kehilangan sosok seorang ibu yang amat sangat aku sayangi. Sosok seorang ibu yang tulus kasih memberiku penghidupan. Kini sudah tinggal sebuah nama yang aku ukir jauh di dalam relung hatiku. Aku hanya berdoa kepada Allah agar ibuku diberikan tempat yang layak, tempat yang indah disisi-Nya amiin.

Related Post:



Leave a Reply

Selamat Datang Di Suwelas Ipa 5 BLOG

Selamat datang di Blog kami, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog kami ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog kami,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog ini,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang penulis

Nama saya Moh. Rifqi Hidayatullah,saya seorang Siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri 2 Lamongan. saya hanyalah seorang yang ingin menjadi lebih baik, karena Dzat yang paling baik dan sempurna hanyalah milik Allah SWT

Nama Happy Nawang Kuncoro,saya seorang Siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri 2 Lamongan. Gunakan waktu anda sebaik"nya, karena orang yang merugi ialah orang yang tidak menggunakan waktu dengan baik

Suwelas Ipa 5