XI Ipa 5

XI Ipa 5 Blog | Created By Sinichi Blogger Template

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

Category List

Thumbnail Recent Post

Pengikut

Fivers

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

Panjenengan melbet ingdalem wilayah homepage SUWELAS IPA 5. Klik lan jelajahi isinipun ingdalem blog.e Suwelas IPA 5, lan Enjoy it!!! ...

Archive for 2012


            Sore itu suasana rumah masih agak sepi padahal sudah jam 15.30, tapi belum ada satupun anggota keluargaku yang bangun dari tidur siangnya. Kecuali seorang wanita paruh baya yang aku panggil “ibu”. Beliau tengah sibuk membuat ketupat untuk dibawa ke kantor tempat ayah bekerja hari senin besok. Mungkin sudah ada 20 lebih ketupat yang beliau buat sendirian. Sambil berjalan sempoyongan ke arah ibu, aku berniat untuk belajar membuat ketupat tapi apa daya, tangan yang lelah setelah mengetik artikel ini susah untuk ku gerakkan. Melihatnya saja aku sudah pusing membuat pikiranku makin galau.
           Tiba – tiba ibu menyodorkan dua helai daun janur yang sudah dipisahkan dari lidinya. Entah apa yang diharapkan beliau pada seorang remaja SMA yang bisanya hanya makan ketupat tapi nggak mau buat. Nggak usah kaget sama anak jaman sekarang lah, udah pada tau kan. Ternyata aku disuruh buat ketupat. Lah wong, aku nggak tau menahu tentang seluk beluk pembuatan ketupat malah disuruh bantuin bikin ketupat.
Setelah beberapa menit berlalu, aku mulai mengutak atik 2 helai daun janur itu. Baru pertama kali merasakan membuat ketupat. Jari jari tangan seperti dilipat kesana kemari nggak jelas, pokoknya bikin bingung.
            “Bawah atas. Atas bawah. Bawah atas.” Hanya kalimat itu yang bisa aku ucapkan selama jari jari tanganku menari nari diantara 2 daun janur tersebut. Sampai akhirnya, ayah duduk disampingku dan mulai mengajari cara membuat ketupat bawang. “Teknik dari membuat ketupat itu seperti teknik pembuatan tikar anyaman”, kata ayah. Jadi selain harus sabar juga harus “telaten” juga ya.
             Sekitar 1 jam lebih sebuah ketupat bawang berwarna hijau telah jadi. Meski ukurannya tidak terlalu besar tapi pengorbanannya juga lumayan berat. Tanganku sampai kaku dari tadi bergelut dengan daun janur. Ketupat pertamaku tidak akan aku isi dengan beras, akan kujadikan sebagai jimat penyemangat yang bergelantungan di rak bukuku. Semakin mempercantik, padahal nggak juga. “My first ketupat”.

Gambar

Sungai sungai itu menyusup ke hilir dadamu

Menampung sepi seakan perahu yang lelah

Untuk ditambatkandari segala keterdamparan

Sepanjang keterasingan.

Diam diam kuminta angin untuk berhenti

Mengalirkan musim yang beku di matamu

Meski tubuhmu kian retak oleh kemarau.

          Semilir angin panas menemani raga kecil ini. Menapaki jalan dengan roda sepeda motor berwarna hitam mengkilat. Berharap sesuatu yang tak pasti pada satu tujuan tempat. Entah apa yang akan terjadi padaku nanti. Sambil menguatkan ikatan tas yang bersampir dibahu, gas pada stir sepeda motor itu ku tarik dengan sepenuh hati. Perjalananku dihadang kembali oleh lampu lalu lintas yang dari 53 detik lalu berwarna merah.
          Cuaca sore yang masih terik akan panasnya sang matahari, tak menuyurutkan bulan Ramadhan ini untuk ku isi dengan hal yang cukup menguras tenaga. Dahaga dan rasa lapar menemani dikala aku tengah berjalan ke arah sebuah ruangan yang berada didalam lingkungan sekolah.
          Langsung ku dobrak ruangan itu dengan ucapan salam yang lirih keluar dari mulut ini. Terlihat sosok lelaki yang sedang asik menonton film doraemon. Tanpa basa basi aku mengeluarkan sebuah buku tulis yang didalamnya terdapat sebuah soal rumit menurutku. Dan aku pikir dia bisa memecahkannya. Namun apa kalian tahu, dia malah mengajakku bermain tenis meja. Sungguh permintaan yang melelahkan. Sekitar setengah jam kami bermain tenis meja, aku teringat akan tugas yang harus dikerjakan. Untunglah ada seorang kakak kelas datang, dan dia menggantikanku bermain tenis meja.
        16.00 tepat, kita benar benar berhenti bermain. Akhirnya dia mau mengajariku sebuah pelajaran yang amat abstrak bagi otak ini. Syukurlah tugas telah terselesaikan tepat pada waktunya. Saatnya aku berpetualang ke sebuah tempat guna membagi undangan. Cukup melelahkan hari itu, tapi kenangan kecil terbesit didalamnya. Menambah panjang daftar cerita asing bagi hidup singkatku kelak.


Lebaraaann….Lebaran !!! Lebaran tahun ini termasuk lebaran yang gak biasa, karena udah dua tahun ini gue gak mudik. Terkesan sepi sih, tapi gue tetep bakalan berbagi cerita bareng kalian semua.
Lebaran itu yang paling gue tunggu-tunggu ya bisa ketemu sama keluarga besar, khususnya adik sepupu gue yang unyu-unyu dan ngegemesin juga gak lupa karena selalu inget sama kakak-kakak sepupu gue yang pada cakep (maaf berlebihan). Bukannya nunggu ampau karena gue tau gue udah gede jadi terkesan keliatan udah gak pantes dikasi ampau. :D
Sisa libur lebaran sih pasti gue abisin waktu bareng temen-temen. Dan yang udah jadi hal yang diharuskan hampir tiap tahun itu ya pergi jalan-jalan bareng sahabat-sahabat kecil gue buat refreshing sekaligus melepas rasa rindu (ciyee~).
Liburan gue gitu-gitu aja kan? Gak begitu special kayak liburan kalian semua :D
Udah yaa, segini aja. Gak bisa berkata-kata lagi (terharu).  (●⌒∇⌒)


@rizkiolalaa    ^^

Gema takbir bekumandang memecah suasana malam yang tenang. Seluruh umat muslim dengan suka cita menyambut hari kemenangan. Keceriaan anak-anak dengan kembang api di tangannya menambah hangatnya suasana malam lebaran di desaku.
Panggilah aku Dedi , seorang pemuda yang dilahirkan di keluarga sederhana di desaku Maduran. Walaupun aku hidup di keluarga sederhana namun semangatku untuk mencari ilmu pengetahuan sangat tinggi, karena dengan ilmu itu aku ingin menjadi orang yang sukses sehingga aku bisa mewujudkan cita-citaku yaitu membahagiakan ibuku.
Aku adalah anak yatim, ayahku sudah meninggal ketika aku masih berumur 5 tahun. Kata ibuku, Ayah meninggal ketika bekerja di pabrik sepatu di Surabaya, karena hubungan arus pendek gedung pabrik tiba-tiba terbakar dan menewaskan 10 pegawai pabrik, salah satunya adalah Ayahku. Tragis memang, aku masih terbayang bagaimana ekspresi wajah ibuku ketika beliau menceritakan kisah yang memang tak pantas untuk diceritakan. Aku berharap kepada Allah supaya Ayahku bahagia di sana amin.
Tak seperti anak lain, setiap sepulang sekolah aku selalu membantu orang tuaku berjualan kue keliling dan dititipkan di warung-warung dan di toko-toko. Tetapi pada saat puasa seperti ini kue-kue buatan ibuku cuma terjual separuhnya saja. Namun tidak untuk puasa tahun ini ibuku sudah tidak lagi membuat kue untuk di jual. Penyakit yang menggerogoti tubuh ibuku sudah parah, ibuku tidak memberitahuku karena hanya bisa membuat beban bagiku. Sekarang aku sudah tahu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa membantu membeli obat di warung itupun obat yang hanya bisa mengurangi rasa sakit saja.
Dua bulan sudah ibuku tekulai lemas di ranjangnya . Meskipun bukan ranjang yang mewah, rasa syukur tetap tercurah. Ibuku selalu berpesan kepadaku untuk selalu bersyukur setiap anugerah yang di berikan Allah kepadaku, sekecil apapun itu.
Bulan puasa ini memang terlihat sangat berbeda, tak ada lagi kue, tak ada lagi lembutnya suara ibu. Yang terlihat hanya rintihan sakit yang amat dalam yang dirasakan oleh seorang ibu. Ya Allah rasanya aku nggak kuat lagi, rasanya aku ingin menghilangkan penyakit yang menempel di ibu, kalau mendengar suara rintihan itu aku selalu berpikir tidak aku saja yang sakit ya Allah, jangan ibuku.
Dalam sunyinya malam di bulan puasa ini aku selalu berdoa ya Allah kuatkanlah ibuku, berikan beliau kesehatan agar bisa beraktivitas seperti biasa. Ya Allah rindu memang melihat senyuman manis yang selalu tersungging di bibirnya, senyuman ketulusan seorang yang sangat mulia di hidupku. Oh ibu betapa aku menyayangimu, cepat sembuh ibu aku tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Aku ingin melihat senyummu lagi besok kelak kalau aku sudah menjadi orang yang sukses, menjadi seorang anak yang ibu banggakan. Namun semua itu hanya sebagai isapan jempol yang hanya menghiasi mimpi-mimpi.
Tepat pukul 18.13 Allah telah mengambil ibuku. Di malam lebaran ini terlihat sungguh berbeda, tidak seperti malam lebaran di tahun kemarin. Di malam ini terdengar suara isak tangis para tetangga yang menyesakkan dada. Begitupun dengan aku yang tak mampu lagi membendung perasaan yang amat dalam. Desakan tangis memang mengurangi kegundahan hatiku saat itu, aku sungguh kehilangan sosok seorang ibu yang amat sangat aku sayangi. Sosok seorang ibu yang tulus kasih memberiku penghidupan. Kini sudah tinggal sebuah nama yang aku ukir jauh di dalam relung hatiku. Aku hanya berdoa kepada Allah agar ibuku diberikan tempat yang layak, tempat yang indah disisi-Nya amiin.

Assalamualaikum sobat Blogger,
Kali ini kita akan mendengarkan cerita dari sobat kita nih "Vira". yuk kita simak:
Sewaktu aku mau berangkat upacara tiba" ayah ku bangun dari tidurnya dan berkata: kamu jangan ikut upacara 17 an karena ayah mimpi kamu kecelakaan dan didalam mimpi ayah itu sperti benar" nyata kamu tambrakan sampai" dlm mimpi ku kamu sakarotul maut dan ibu mu sampai pingsan melihat kejadian itu, akhirnya aku tidak diperbolehkan untuk mengikuti upacara 17 agustus dismada. Semoga dlm mimpi ayahku tidak jadi kenyataan....amin

Assalamualaikum sobat Blogger,
Kali ini kita akan mendengarkan cerita dari sobat kita nih "Ais". yuk kita simak:
Setelah sekolah pada bulan ramadhan kini saatnya liburan itu datang,
H-3 tepatnya aku dan sekeluargaku mudik ke desa di bojonegoro :-D
perjalanan yang sangat lama di tambah dengan macet menjadi cobaan dalam puasa saat itu.
Sampai di sana pas adzan magrib, mantap makanan penuh semeja di tambah ada berkatan dari tetangga - tetangga sebelah , aseeek.. :-D
di sana masih suangat desa dan terpelnsok, jadi sinyal pun unlimited :-D
yang paling menyenangkan, bisa ketemu dengan calon jodoh ,gila ganteng banget lumayan buat cuci mata:-D
meskipun desanya embah tidak pada dataran tinggi, tapi gila dingin banget kayak di kulkas :-D
hahaha.. Biasanya kalau udah gede gak bakalan dapat ampau ya, tapi ya alhamdulillah ini gak gede - gede dapat ampau melimpah, sambil cari muka dikit lah ya :-D
Yang penting happy permirsa :-D

Assalamualaikum sobat Blogger,
Kali ini kita akan mendengarkan cerita dari sobat kita nih "Tutus". yuk kita simakJ:
Anak-anak yang    tampak tangannya gemetar

selaksa menampar-nampar, melahirkan nada

tanpa nokta, rima tanpa luka

karena mendampar kulit
bangkai sapi pada batang jati.

Saling menderu
mendengung
terbirit dengan gemerincing besi

yang berkirim salam pada gendang telingaku
yang bingung menafsiri

dinamakan khusuk atau busuk
pada ingatan yang semakin lapuk.
            Gema takbir dari mulut anak-anak kecil hingga orang tak henti-hentinya menyebar dengan angin malam. Lewat speaker masjid mereka seperti band rock n roll yang membawakan lagu rohani, saling sahut menyahut. Kicauan mereka seakan membawa pesan bahwa hari kemenangan tlah datang. Kadang kala diselingi juga pesta kembang api di atas langit hitam itu. Menyenangkan bukan? Inilah yang kurasakan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri esok. Kedatangannya disambut dengan suka cita bak sebuah hari di mana kita memang meraih kemenangan yang luar biasa.
            Lantunan musik dari laptop coklat dimeja mendampingku menikmati pesta kembang api gratis di atas atap rumah. Bersykurlah aku mempunyai rumah dengan 2 lantai, jadi pada saat momen takbiran seperti ini aku, kakak dan 2 orang sepupu tak perlu susah payah untuk membeli dan menyalakan petasan. Inilah kemenangan yang sesungguhnya. Sambil menghirup udara malam yang bebas, aku merasakan kejernihan pikiran. Alat untuk membangkitkan semangat jiwa ini adalah dengan cara yang sederhana. Mendengarkan musik, melihat kembang api dan membuat masakan favorit keluarga yaitu mie berkuah dengan taburan irisan cabe ditambah telur ceplok. Meski sangat sederhana tapi menyenangkan. Kisah klasik yang akan terus terulang kembali tiap tahunnya. Walaupun sepupuku adalah orang non muslim tapi dia juga ikut merasakan kemenangan di hari nan fitri esok.
             Dan tontonan gratis malam itu ditutup oleh melejitnya kembang api dari salah satu rumah. Rumah yang telah selesai tersebut akhirnya berpenghuni, tak tanggung tanggung pemilik rumah itu menyalakan petasan hampir 20 kali. Mungkin orang yang ada di lantai bawah rumahku, mulutnya sedang berkomat kamit. Berdo’a agar petasan tersebut tidak sampai membakar rumah ini.
Akhirnya tepat pukul 22.00 WIB pesta kembang api benar-benar tlah selesai. Tak lupa, aku dan kedua sepupuku seraya berkata “Makasih ya, om. Kalau bisa tambah lagi om, merconnya.” Kita berteriak ke arah rumah tersebut sambil melambaikan tangan

Assalamualaikum sobat Blogger,
Kali ini kita akan mendengarkan cerita dari sobat kita nih "Vinta". yuk kita simakJ:
Perjalanan watku terus berputar. Nggak terasa bulan Ramadan datang lagi. Bulan yang sangat mulia yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Saatnya bagi kita umat muslim untuk meningkatkan rasa taqwa kita kepada Sang Pencipta dengan memperbanyak amal baik dan memohon ampun atas dosa-dosa yang selama in kita lakukan.
            Seperti tahun-tahun sebelumnya untuk menyambut datangnya bulan puasa, para pelajar mendapatkan jatah libur 3 hari dari sekolah. Yang biasa disebut libur awal puasa. Esoknya, untuk mengawali puasa hari petama di desaku selalu ramai dengan anak-anak yang bersepedaria, yaa kalau istilahnya sekarang sih “gowes”. Banyak juga yang ikutan dari tetangga desa. Kayak udah mejadi tradisi anak-anak sini. Nah, libur 3 hari pun berlalu. Lanjut deh menjalani rutinitasku sebagai seorang pelajar di salah satu SMA favorit di kotaku. Hari pertama masuk sekolah berbeda dengan biasanya. Karena pada hari Senin itu semua siswa-siswi kelas XI SMAN 2 Lamongan disambut dengan acara pondok Ramadan yang bertempat di masjid Al-Arif SMADA. Acara ini sudah tidak asing lagi di kalangan kami. Karena tiap bulan Ramadan tiba, tak ketinggalan acara ini selalu ikut meramaikannya. Tapi, acara pondok Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Karena pada tahun ini acara pondok Ramadan dilaksanakan selama 1 minggu untuk tiap-tiap kelas yang dimulai dari kelas XI.
              Setelah kegiatan pondok Ramadan untuk kelas XI selesai, giliran kakak kelas kami yang mendapat jadwal. Bagi kelas lain yang tidak terjadwal pondok Ramadan, tetap masuk seperti biasa dan mendapat pelajaran dengan kortingan waktu 15 menit tiap 1 jam mata pelajaran. Jadi selama bulan Ramadan waktu pulang sekolah kita berganti jam 12.00 bukan jam 13.30 lagi. Paling seneng deh kalau bulan Ramadan. Karena segala aktifitas waktunya terbatas. Masuk sekolah pun jam 07.30. Yaaa namanya juga orang puasa, jadi bawaanya males ngapa-ngapain. Bawaannya ngantuk teruuss. Hehehe
Setelah hampir 3 minggu sekolah, tibalah hari Kamis, 9 Agustus 2012. Dimana seluruh warga SMAN 2 Lamongan berkumpul di masjid Al-Arif untuk memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an. Saking banyaknya yang ikut, sampai-sampai masjid yang segedhe itu hampir nggak muat menampung warga SMAN 2 Lamongan. Acara itu berjalan lancar, dan berlangsung dengan hikmat. Apalagi ada sedikit hiburan yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMADA sendiri.. waaahh..! pokoknya seru banget. Satu hal penting yang harus dilakukan oleh para siswa-siswi SMADA yaitu merangkum apa yang telah disampaikan oleh penceramah. Sebagai hasil bahwa kami memperhatikan apa yang telah disampaikan beliau. Selanjutnya rangkuman itu digunakan sebagai absensi siswa-siswi yang hadir.
               Tak terasa, bulan ramadhan sudah memasuki di sepuluh hari akhir, saat-saat bulan yang penuh rahmat ini berada diujung. Menjelang lebaran kita-kita semakin sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut dan menyemarakkan lebaran, dengan berbagai macam atribut. Baju baru, sandal baru, petasan, dan minuman dan makanan yang spesial seakan menjadi ritual wajib untuk menyambutnya. Pulang kampung (mudik) bagi para perantau pun sudah menjadi kegiatan tahunan.
Kkriiiiiiiiinnnnnnnngg..! bel pulang sekolah berbunyi.. Sa’atnya kami berkemas-kemas. Dengan wajah yang penuh kegirangan, semua murid langsung berhamburan keluar kelas. Hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua murid, karena kami mendapat liburan yang lumayan lama untuk menyambut lebaran, yaitu 2 minggu. Untuk mengisi waktu luang, nggak banyak sih kegiatan yang aku lakukan. Paling cuma sekedar males-malesan di depan TV, hehehe. Sorenya dibuat ngabuburit dan buber dengan teman-teman cukup menarik juga. Dapat menghilangkan rasa bosan selama di rumah.
               Hari demi hari pun berlalu. Tibalah malam dengan suara takbir, tahmid dan tahlil yang bergema dimana-mana. Aku pun tak ingin ketinggalan. Rugi rasanya kalau lebaran nglewatin yang namanya takbiran. Semakin malam jalanan semakin ramai dengan suara petasan dan motor-motor yang konvoi takbir keliling kota Lamongan. Tapi cukup bagiku untuk berdiam diri di depan rumah bersama teman-teman melihat petasan yang bertebaran di langit dan motor-motor yang berlalu-lalang memeriahkan suasana takbir keliling. Malam pun semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Waktunya membuat peta di pulau kapuk karena keesok’an harinya harus bangun pagi untuk sholat Ied.
               Paginya, hari raya idul fitri pun tiba. Hari dimana seluruh umat muslim di dunia merayakan kemenangannya. Puncak kemerdekaan umat muslim setelah menjalani puasa selama 1 bulan. Aku pun berangkat sholat Ied dengan kedua orang tuaku dan kakak laki-lakiku. Agak kesiangan sih, tapi untungnya masih ada tempat. Sepulang sholat Ied, dilanjut dengan acara sungkem dengan ayah dan ibu. Setelah itu, para tetangga dekat sudah mulai berdatangan untuk bersilaturrahmi. Malam harinya dilanjut dengan acara silaturrahmi masih dengan tetangga sekitar yang sudah tua. Kemudian, langsung deh mudik ke rumah nenek di desa kecil di Lamongan. Nggak lama sih, hanya semalam aku dan keluargaku menginap disana. Pagi harinya kami kembali ke rumah dan berlanjut lagi dengan acara silaturrahmi ke sanak saudara yang lain. Tapi, lebaran tahun ini cukup menyedihkan juga. Karena aku nggak bisa mudik ke kota kelahiran ayahku di Malang. Hanya berkomunikasi lewat telepon saja kurang cukup bagiku.
                Setelah lebaran hari ke-6, tradisi di desaku yaitu membuat ketupat untuk menutup hari raya idul Fitri tersebut. Umumnya ketupat identik sebagai hidangan spesial lebaran. Ketupat adalah sejenis makanan yang terbuat dari nasi dan dibungkus oleh daun kelapa muda atau yang sering kita sebut dengan janur. Banyak orang yang bilang kalau membuat ketupat itu susah dan bikin pusing. Tapi, kalau udah tau caranya, mudah kok. Nggak seperti apa yang orang-orang bilang. Nah kalau udah kayak gini, aku harus pindah profesi menjadi pembuat ketupat. Itu juga aku belajar dari orang lain. Karena ibuku sendiri juga nggak tau gimana cara membuat ketupat. Tentunya ketupat jelas tidak afdol jika berdiri sendiri. Beberapa lauk pauk wajib mengikutinya seperti opor ayam, rendang daging, sambal goreng hati, dan menu-menu khas lainnya.
Liburan 2 minggu itu pun berlalu. Kini saatnya aku menjalani profesiku sebagai seorang pelajar. Karena bulan puasa sudah berakhir, nggak ada lagi yang mananya diskon waktu untuk sekolah. Semua kegiatan pun kembali normal seperti sediakalah.

Assalamualaikum sobat Blogger,
Kali ini kita akan mendengarkan cerita dari sobat kita nih "Salama". yuk kita simakJ:
Kalau udah kayak gini, bisanya cuma nangis aja. Gimana gak nngis? Pengen cerita tapi gak ada yang mau denger. Maklum, mana ada yang mau berteman dengan orang kayak akuL. Adek sendiri aja bilang aku ini gila. Tapi kalau aku gila, kenapa aku bisa nulis kayak gini ya? Aneh.
Ya udah, curhat disini aja deh.
            Lebaran tahun ini beda banget dari tahun kemaren. Ya iyalah kemaren 2011, sekarang 2012. Beda kan? Yaaa, anak tk juga tau kalau itu. Jadi gini, tahun ini ada orang special yang nangkring di hatiku. Gak usah sebut merk ya :p. nah, masalahnya orang itu sekarang lagi berada di pulau dewata untuk sekolah disana.
Parahnya dia gak bisa mudik. tapi dia bukan bang toyip loh. Kok malah jadi curhat masalah dia?
Oke, kembali ke permasalahan. Sebenernya lebaran tahun ini berbeda karena nenek ku udah gak ada. Rasanya aneh banget, perasaan kehilangan itu dalem banget. Mending kehilangan 5 pacar sekaligus deh. Emang punya pacar?enggak.
             Tapi inilah hidup, kita semua juga akhirnya akan kembali pada-Nya tapi entah kapan. Mungkin saja setelah aku nulis ini, aku mati. Kok aku malah jadi takut sendiri ya?
Oh iya, lebaran tahun ini gak semua isinya sedih. Ada happynya juga. (happy nawang kaleee) jadi ada juga temen-temen ku dari smada dan smasa yang sengaja berkunjung ke rumahku buat minta jajan. Eh salah, maksudnya bersilaturahmi, saling minta maaf, maklum dosa mereka banyak ke aku(no coment). Ada 1 anak tanya sama aku “kok gak ada foto kamu sama sekali sih di rumah kamu? Kok cuma foto adek kamu aja”. Aku jadi mikir, “bener juga kata dia, apa aku gak diakui sebagai anak, atau aku emang bukan anak mereka?”. Ah bodoh amat, peduli setan. Dari situ aku sadar, ternyata masih ada spesies yang mau berteman sama orang gila kayak aku. Makasih ya J.
              Malam harinya ada yang seru nih. Disaat semua orang sibuk main petasan, aku juga punya kesibukan sendiri. Aku mencoba bereksperimen, kayak profesor-profesor gitu. Biar keren dikit, hahahaha. Tapi sedikit sebut merk gakpapa ya J, aku mencampur milo bubuk coklat dengan sprite(bener gak tulisannya) sama fanta strawberry dan coca cola yang ada spiderman nari-nari gitu. Spiderman kok gitu? malu-maluin aku aja. Emang siapa aku?I’m spiderman. Hahhahaha.
              Kembali ke cerita sebelumnya(Kayak sinetron putri yang ditukar aja ya, cerita bersambung). Kalian semua harus coba eksperimen itu. Sumpah. Aneh banget rasanya. Dijamin, kalau gak cocok sama PH perut kalian (sok ilmiah, emang ngerti?) sakit perut 3 hari 3 malem mungkin.
Kalau udah lebaran, berarti kan udah gak puasa. Nah, aku biasanya lupa. Baru jam 12 siang baru makan. Maklum, biasanya puasa dzuhur(Enak aja, enggak dong, enggak puasa maksudnya). Karena makan yang gak teratur itu, maag ku kumat deh. So, mulai dari sekarang tiap bangun tidur, mandi, alarm pasti bunyi. Biar gak lupa makan.
       Capek nih nulisnya, disambung kapan-kapan aja ya J
       Mau tidur lagi, see you J

Assalamualaikum,
Tidak sedikit sekolah maupun komunitas yang mengadakan lomba Blog Competition / memperindah blog.Salah satunya yang akan kita bahas disini adalah seksi 9 SMA 2 Lamongan,Lomba blog competition ini memiliki tema HAP TANGKAP CERITAMU !!!



Tema sedikit dibuat menarik karena saat ini sosok HAP sangat terkenal dan sering dibicarakan.setelah berhasil mengadakan lomba serupa di tahun yang lalu kali ini seksi 9 SMA 2 Lamongan akan mengadakan lomba serupa.persyaratan lomba tidak terlalu banyak hanya 2 syarat yaitu :
1.Peserta adalah siswa/siswi SMA 2 Lamongan
2.Peserta lomba 1 tim terdiri dari 2 siswa.setiap kelas harus mengirimkan perwakilan 1 tim,tetapi juga diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim.
3. Peserta wajib memasang logo capslog di blog Sei 9.

Demikian Informasi dari Suwelas Ipa 5 Blog, semoga bermanfaat. terima kasih.

Ane Happy kelas XI IPA 5 gan. Ane mau berbagi cerita ane pada saat liburan gan.
Pada saat liburan tentu banyak waktu luang gan. Ane isi waktu luang ane dengan main piano yang ada pada keyboard ane gan #selain ngenet dan mbantu orang tua. Ane belajar banyak lagu gan, tapi sebelum itu ane belajar nada-nada dasarnya gan. Nada-nada dasarnya gampang banget gan. kesusahan pada saat main piano adalah kita harus main dengan tangan kanan dan kiri. Lha tangan kirinya itu sulitnya minta ampun banget gan. selalu aja meleset, karena kontrol bagian tubuh kiri dikontrol oleh otak kanan dan tubuh kanan oleh otak kiri. Itu menendakan otak ane gak seimbang alias miring gan, karena jauh lebih kuat otak kiri dariada kanan. Jadi ane dapat menyimpulkan bahwa main piano dapat menyeimbangkan kedua otak kita. Oh iya gan, ane belajar banyak banget lagu loh, tapi ane hanya bisa beberapa aja gan. Soalnya kemampuan ane menghafal notasinya mungkin tidak sehebat agan agan sekalian. Maklum gan, ane masih newbie. Oh iya, ini lagu-lagu yang sudah ane bisa : Secodhand Serenade - Fall For You, Secondhand Serenade - Your Call, Secondhand Serenade - Stranger, Ismail Marzuki - Gugur Bunga, Andra & The Backbone - Sempurna, Bruno Mars - Talking To The Moon dan Momo - Cobalah mengerti.Ane akan masih terus berlatih bila ane lagi mood gan. Walaupun kita tidak berbakat, kita bisa membakati diri kita dengan bekerja keras.

Habis bahas tentang sejarah, kayaknya nih perut udah mulai keroncongan ya. Absolute demand. Makanan ini sangat khas dikala lebaran datang, rasanya sih memang kayak lontong tapi yang biki beda adalah bentuknya. Udah tau bentuk ketupat kan, udah tau tapi gak bisa buat bisanya Cuma makan.
Nah, meskipun kebanyakan dari kita belum bisa buat ketupat di sini aku cuma ingin memperkenalkan beberapa jenis ketupat. Mungkin sobat setia ada yang bercita-cita jadi pengusaha ketupat? Kan bisa meraup keuntungan yang banyak, apalagi digenerasi muda saat ini sedikit benget yang bisa membuat ketupat.

Klasifikasi Ketupat :
- Ketupat Lebaran
- Ketupat Jago
- Ketupat Tumpeng
- Ketupat Bata


Gambar


Gambar


Pada saat liburan tentunya kita mendamba-dambakan bisa bermain sepuasnya. Tapi bila orang tua kita ingin membantu apakah kita mau melakukannya ? pasti kebanyakan jika disuruh banyak mbantah. Tapi taukah kalian kalau pada saat liburan orang tua kita juga sangat senang karena disaat liburan mereka berharap anaknya bisa membantunya.

Nama ane Happy gan. Ane mau share cerita ane nih gan (bahasa kaskus). Sebetulnya ane pengen banget bermain terutama ngenet pada saat liburan, tapi berhubung orang tua ane butuh banget, ya akhirnya ane bantu gan. Kan lumayan buat nambah pahala. Di liburan kali ini ane pengen buat orang tua ane seneng gan. Caranya dengan bantu-bantu dirumah. Di rumah banyak banget pekerjaan yang ane kerjakan, seperti nyetrika, cuci baju, ngepel, ke pasar, dan masih banyak lagi. Walaupun ane sering dimarahin gara-gara banyak salah di sana situ :newbie . Tapi ane gak putus asa gan, dengan semangat '45 ane akan mengerjakannya dengan sepenuh tenaga. hal yang paling berkesan pada saat liburan membantu orang tua ane yaitu disaat ane seharian bekerja tanpa henti hingga sore, paginya nyuci baju ngelap jendela. Siangnya ngepel dan nguras kamar mandi, terus sorenya setrika gan. WOW :salto. Ane bener-bener capek tapi ane bangga dan seneng banget bisa mbantu orang tua ane walaupun banyak salah disana-sini.

Hay,, sobat semuanya. Mumpung masih dalam suasana nan fitri ini, yuk kita berjelajah di beberapa tempat di Indonesia yang katanya merupakan cikal bakal munculnya kata “lebaran”. Udah nggak asing lagi kan sama kata itu, ya bisa dibilang sinonim dari Hari Raya Idul Fitri. Nggak usah banyak omong dan nggak usah kebanyakan prolog. Cus,, kita mulai menjelajah.
1. Lebaran dari Bahasa Betawi
Ternyata, Lebaran berasal dari Bahasa Betawi, "Lebar" yang artinya luas atau lega. Ini menandakan suatu perasaan bebas/bersyukur setelah menjalani shaum selama 30 hari di bulan Ramadhan. Lebaran juga mengandung arti "kelegaan" dalam menyambut hari kemenangan (Idul Fitri), setelah lelah bertarung melawan hawa nafsu selama melaksanakan Shaum.
2. Lebaran menurut Kamus Besat Bahasa Indonesia
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “lebaran” diartikan sebagai hari raya ummat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hari Raya setelah berpuasa di bulan Ramadhan disebut Idul Fitri sedangkan “lebaran besar” adalah suatu istilah untuk menyatakan hari raya Idul Adha dapat juga disebut“lebaran haji”. Tidak ada penjelasan dari mana asal usul kata ini.
3. Lebaran dari Bahasa Jawa
Sebagian orang jawa pun punya pendapat berbeda mengenai kata “Lebaran”. Orang jawa pun berpendapat kata “Lebaran” berasal dari bahasa Jawa yaitu kata “wis bar yang berarti sudah selesai”. Sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dimaksud “bar” sendiri adalah bentuk pendek dari kata “lebar” yang artinya “selesai”. Bahasa Jawa memang sering memberikan akhiran “an” untuk suatu kata kerja.
4. Lebaran dari Bahasa Sunda
Mengapa kita memakai kata “Lebaran? Dari mana asal-usul kata ini pertama kali digunakan di Indonesia? Ini menyangkut etimologi. Kata “kantor” berasal dari bahasa Belanda, “kantoor”. Kata “kelar” berasal dari bahasa Belanda pula, yaitu “klaar”. Hal ini wajar saja, karena kita dulu pernah dijajah Belanda. Lalu bagaimana dengan kata “Lebaran”?
Yang jelas, “Lebaran” tidak berasal dari bahasa asing. Ada yang bilang bahwa “Lebaran” berasal dari “lebar + an” bahasa Jawa. Ada yang bilang pula kata “Lebaran” berasal dari bahasa Sunda. Ada yang bilang juga bahwa kata “Lebaran” pertama kali dituturkan dalam bentuk bahasa Indonesia, bukan dalam bentuk bahasa daerah Jawa ataupun Sunda. Lalu mana yang benar? Memang belum ada ahli linguistik yang memastikan asal-asul kata ini melalui penelitian. Lebih baik kita serahkan saja urusan ini kepada kantor Pusat Bahasa Indonesia, karena merekalah yang memegang kendali atas semua ini. Barangkali di masa mendatang mereka bisa menemukan data yang akurat mengenai asal-usul kata “Lebaran”.

Gimana?? masih agak bingung ya? Sama. Kita tunggu saja kepastian yang sebenarnya tentang sejarah kata lebaran itu sendiri. Sambil menunggu waktu yang akan datang itu, yuk mari eksplorasi dalam diri kalian untuk sering menulis. Jadikan pengalaman hidup kalian sebagai sumber inspirasi utama. Mungkin artikel yang di atas terdapat kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan ya. Namanya juga baru belajar dikit dikit buat nulis. Smangat!!


               Hari Raya Idhul Fitri adalah hari raya umat Islam. Pada hari itu orang Islam dilarang berpuasa dan di anjurkan untuk bermaaf-maafan. Maklumlah pada hari itu banyak orang menyediakan banyak makanan ringan di ruang tamu mereka demi menyambut para tamu yang datang meminta maaf. Seperti anak2 pada umumnya aku sangat senang pada hari itu, karena akan mendapat banyak sangu ketika halal bihalal. Lalu aku jalani halal bihalal demi halal bihalal. Pada saat halal bihalal, MOMEN PALING JLEB ADALAH KETIKA ADIKKU MENDAPAT SANGU TETAPI AKU TIDAK. Tapi aku tetap berssabar hingga uang yang terkumpul mencapai 300.000. tapi aku halal bihalal tidak mengharapkan sangu aja loh, tapi aku juga mengharapkan mereka menerima maafku dengan tulus. Sekian dulu ceritaku :D

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Begitulah Lyric dai lagu nasional kita yang berjudul "Hari Merdeka(17 Agustus)". Dengan semangat '45 kita harus merayakan kemerdekaan Republik Indonesia tanpa melupakan jasa pahlawan-pahlawan negri ini.

Ane mau cerita gan, pada 17 Agustus ini ane kecewa sama RT ane gan. Karena gak ada lomba-lombanya gan, gak seru banget deh gan. momen Agustusan tidak lengkap bila tidak ada lomba-lomba kayak gitu gan. Ane juga iri banget karena Agustusan di RT sebelah sangat meriah. Sampai-sampai pejabat RT ane tanyain kenapa kok bisa gak ada lomba, tapi dia malah menjawab dengan alasan yang sangat konyol gan, yaitu karena PUASA ????? itu adalah alasan yang sangat konyol yang disampaikan kepada anak SMADALA.

Disekolah ane juga ada upacara gan, Upacara memperingati hari kemerdekaan. Dimana Ane membaca Teks Proklamasi gan. Ane juga bingung kenapa harus ane yang jadi gituan, padahal adik kelas kan banyak, dan ane kan udah kelas 11. Tapi ane lakuiin aja gan, itukan amanah, sekalian menghormati pahlawan gan. begini Teks proklamasinya gan :

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta


Kita harus mensyukuri dan menghormati momen Kemerdekaan kita gan !
Hargai juga darah para pahlawan kita gan !
:iluvindonesia

Setelah sebelumnya saya menjelaskan cara membuat navigasi halaman

Bagaimana ? udah tau kan . Secara untuk membuat navigasi halaman , namun navigasi halaman seperti Google .

Buat kalian yg ingin memasang navigasi halaman seperti itu , ikuti cara dibawah ini

1 . Login dulu > Rancangan > edit HTML >
2 . Cari kode ]]></b:skin>
3 . Kemudian taruh kode dibawah ini tepat diatas kode ]]></b:skin>


#nav a,#nav a:visited,.blk a{color:#000}
#nav a{display:block}
#nav .b a,#nav .b a:visited{color:#20c}
#nav .i{color:#a90a08;font-weight:bold}
.csb,.ss{background:url(
http://i879.photobucket.com/albums/ab351/bloggerblogimage/pagenavi/nav_logo7.png
) no-repeat 0 0;height:26px;display:block}
.ss{background-position:0 -88px;position:absolute;left:0;top:0}
.cps{height:18px;overflow:hidden;width:114px}
.mbi{width:13px;height:13px;background-position:-91px -74px;margin-right:3px}
#nav td{padding:0;text-align:center}



4 . Jika sudah , sekarang cari lagi kode </body>
5 . Kemudian letakan kode di bawah ini diatas kode </body>



<script type='text/javascript'>

var home_page_url = location.href;


var pageCount=10;
var displayPageNum=6;
var upPageWord =&#39;Previous&#39;;
var downPageWord =&#39;Next&#39;;


function showpageCount(json) {
var thisUrl = home_page_url;
var htmlMap = new Array();
var thisNum = 1;
var postNum=1;
var itemCount = 0;
var fFlag = 0;
var eFlag = 0;
var html= &#39;&#39;;
var upPageHtml =&#39;&#39;;
var downPageHtml =&#39;&#39;;



htmlMap[htmlMap.length]=&#39;/&#39;;
postNum++;

for(var i=pageCount-1, post; post = json.feed.entry[i]; i=i+pageCount) {


var timestamp1 = post.published.$t.substring(0,19)+post.published.$t.substring(23,29);
timestamp = encodeURIComponent(timestamp1);
var title = post.title.$t;
if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}

postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = &#39;/search?updated-max=&#39;+timestamp+&#39;&amp;max-results=&#39;+pageCount;

}

var banyaknomer = htmlMap.length;
if (json.feed.entry.length % pageCount == 0){
var banyaknomer = htmlMap.length -1 ;
postNum=postNum-1;
};


for(var p =0;p&lt; banyaknomer;p++){
if(p&gt;=(thisNum-displayPageNum-1) &amp;&amp; p&lt;(thisNum+displayPageNum)){
if(fFlag ==0 &amp;&amp; p == thisNum-2){
if(thisNum==2){
upPageHtml = &#39;&lt;a href=&quot;/&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: 0pt 0pt; margin-left: auto; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;margin-right: 8px;&quot;&gt;&#39;+ upPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}else{
upPageHtml = &#39;&lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: 0pt 0pt; margin-left: auto; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;margin-right: 8px;&quot;&gt;&#39;+ upPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}

fFlag++;
}

if(p==(thisNum-1)){
if(p==0){
html += &#39;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -26px 0pt; width: 18px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;cur&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -44px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+thisNum+&#39;&lt;/td&gt;&#39;;
}else{
html += &#39;&lt;td class=&quot;cur&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -44px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+thisNum+&#39;&lt;/td&gt;&#39;;
}
}else{
if(p==0){
html += &#39;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;/&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -60px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;

}else{
html += &#39;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -60px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+ (p+1) +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}
}

if(eFlag ==0 &amp;&amp; p == thisNum){
downPageHtml = &#39;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt; &lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -76px 0pt; margin-right: 34px; width: 66px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+ downPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
eFlag++;
}
}
}

if(thisNum&gt;1){
html = &#39;&#39;+upPageHtml+&#39; &#39;+html +&#39; &#39;;
}
html2 = &#39;&lt;table id=&quot;nav&quot; style=&quot;margin: auto auto 1.4em; border-collapse: collapse;text-align: center; direction: ltr;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;Page (&#39;+(postNum-1)+&#39;) &lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;&#39;;
html3 = &#39;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&#39;;
html = html2+html;

if(thisNum&lt;(postNum-1)){
html += downPageHtml;
}else{
html += &#39;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -76px 0pt; width: 42px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}



if(postNum==1) postNum++;
html += html3+ &#39;&lt;/div&gt;&#39;;


var pageArea = document.getElementsByName(&quot;pageArea&quot;);
var blogPager = document.getElementById(&quot;blog-pager&quot;);

if(postNum &lt;= 2){
html =&#39;&#39;;
}

for(var p =0;p&lt; pageArea.length;p++){
pageArea[p].innerHTML = html;
}


if(pageArea&amp;&amp;pageArea.length&gt;0){
html =&#39;&#39;;
}

if(blogPager){
blogPager.innerHTML = html;
}


}


function showpageCount2(json) {

var thisUrl = home_page_url;
var htmlMap = new Array();
var isLablePage = thisUrl.indexOf(&quot;/search/label/&quot;)!=-1;
var thisLable = isLablePage ? thisUrl.substr(thisUrl.indexOf(&quot;/search/label/&quot;)+14,thisUrl.length) : &quot;&quot;;
thisLable = thisLable.indexOf(&quot;?&quot;)!=-1 ? thisLable.substr(0,thisLable.indexOf(&quot;?&quot;)) : thisLable;
var thisNum = 1;
var postNum=1;
var itemCount = 0;
var fFlag = 0;
var eFlag = 0;
var html= &#39;&#39;;
var upPageHtml =&#39;&#39;;
var downPageHtml =&#39;&#39;;



var labelHtml = &#39;&lt;a href=&quot;/search/label/&#39;+thisLable+&#39;?&amp;max-results=&#39;+pageCount+&#39;&quot;&gt;&#39;;
var thisUrl = home_page_url;

htmlMap[htmlMap.length]=labelHtml;
postNum++;

for(var i=pageCount-1, post; post = json.feed.entry[i]; i=i+pageCount) {
var timestamp1 = post.published.$t.substring(0,19)+post.published.$t.substring(23,29);
timestamp = encodeURIComponent(timestamp1);


var title = post.title.$t;

if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}

if(title!=&#39;&#39;) postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = &#39;/search/label/&#39;+thisLable+&#39;?updated-max=&#39;+timestamp+&#39;&amp;max-results=&#39;+pageCount;

itemCount++;
}

var banyaknomer = htmlMap.length;
if (json.feed.entry.length % pageCount == 0){
var banyaknomer = htmlMap.length -1 ;
postNum=postNum-1;
};

for(var p =0;p&lt; banyaknomer;p++){
if(p&gt;=(thisNum-displayPageNum-1) &amp;&amp; p&lt;(thisNum+displayPageNum)){
if(fFlag ==0 &amp;&amp; p == thisNum-2){



if(thisNum==2){
upPageHtml = labelHtml +&#39;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: 0pt 0pt; margin-left: auto; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;margin-right: 8px;&quot;&gt;&#39;+ upPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}else{
upPageHtml = &#39;&lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: 0pt 0pt; margin-left: auto; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;margin-right: 8px;&quot;&gt;&#39;+ upPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}

fFlag++;
}





if(p==(thisNum-1)){
if(p==0){
html += &#39;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -26px 0pt; width: 18px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;cur&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -44px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+thisNum+&#39;&lt;/td&gt;&#39;;
}else{
html += &#39;&lt;td class=&quot;cur&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -44px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+thisNum+&#39;&lt;/td&gt;&#39;;
}
}else{
if(p==0){
html = &#39;&lt;td&gt;&#39;+labelHtml+&#39;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -60px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}else{
html += &#39;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -60px 0pt; width: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+ (p+1) +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}
}


if(eFlag ==0 &amp;&amp; p == thisNum){
downPageHtml = &#39;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt; &lt;a href=&quot;&#39;+htmlMap[p]+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb ch&quot; style=&quot;background-position: -76px 0pt; margin-right: 34px; width: 66px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;+ downPageWord +&#39;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
eFlag++;
}
}
}




if(thisNum&gt;1){
if(!isLablePage){
html = &#39;&#39;+upPageHtml+&#39; &#39;+html +&#39; &#39;;
}else{
html = &#39;&#39;+upPageHtml+&#39; &#39;+html +&#39; &#39;;
}
}

html2 = &#39;&lt;table id=&quot;nav&quot; style=&quot;margin: auto auto 1.4em; border-collapse: collapse;text-align: center; direction: ltr;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;Page (&#39;+(postNum-1)+&#39;) &lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;&#39;;
html3 = &#39;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&#39;;
html = html2+html;

if(thisNum&lt;(postNum-1)){
html += downPageHtml;
}else{
html += &#39;&lt;td class=&quot;b&quot;&gt;&lt;span class=&quot;csb&quot; style=&quot;background-position: -76px 0pt; width: 42px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&#39;;
}

if(postNum==1) postNum++;
html += html3+ &#39;&lt;/div&gt;&#39;;

var pageArea = document.getElementsByName(&quot;pageArea&quot;);
var blogPager = document.getElementById(&quot;blog-pager&quot;);

if(postNum &lt;= 2){
html =&#39;&#39;;
}

for(var p =0;p&lt; pageArea.length;p++){
pageArea[p].innerHTML = html;
}

if(pageArea&amp;&amp;pageArea.length&gt;0){
html =&#39;&#39;;
}

if(blogPager){
blogPager.innerHTML = html;
}


}


</script>
Keterangan :
== Untuk melihat script aslinya klik disini... ( Biar cepat Copasnya )
== var pageCount=10; / ganti sesuai keinginan kalian
== var displayPageNum=6; / ganti sesuai keinginan kalian
== var upPageWord ='Previous'; / Bisa kalian ganti dengan sebelumnya
== var downPageWord ='Next'; / bisa kalian ganti denga selanjutnya
== Page ('+(postNum-1)+') / Untuk menampilkan kata page(10)/jumlah halaman

6 . Kemudian simpan

Dan lihat hasilnya , keren kan ? selamat mencoba


Semoga bermanfaat dan jangan lupa berikan komentarnya apabila ada yang kurang mengerti... oia kalian boleh juga Share Artikel dengan cara klik gambar logo sharing bookmark di bawah... Terima kasih.


Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.


Selamat Datang Di Suwelas Ipa 5 BLOG

Selamat datang di Blog kami, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog kami ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog kami,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog ini,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang penulis

Nama saya Moh. Rifqi Hidayatullah,saya seorang Siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri 2 Lamongan. saya hanyalah seorang yang ingin menjadi lebih baik, karena Dzat yang paling baik dan sempurna hanyalah milik Allah SWT

Nama Happy Nawang Kuncoro,saya seorang Siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri 2 Lamongan. Gunakan waktu anda sebaik"nya, karena orang yang merugi ialah orang yang tidak menggunakan waktu dengan baik

Suwelas Ipa 5